Sabtu, 25 Desember 2010

Kisah Nyata Lagi, Angela's Ashes

Judul : Angela's Ashes
Penulis : Frank McCourt
Penerjemah : Meda Satria
Penerbit : Ufuk Press
Cetakan ke II Januari 2010
ISBN : 978-602-8224-43-7
Harga : Rp 69.900,-

Siapa Frank McCourt? Saya tidak tahu. Kalau Angela's Ashes? Oh, itu buku yang sudah berbulan-bulan nangkring di tumpukan buku yang belum terbaca dan masih terbungkus rapi di dalam plastik. Saya coba mengingat-ingat kembali apa yang membuat saya dulu tertarik untuk membelinya. Padahal tanpa diskon lho (soal harga aja inget :D). Hm.. seperti biasa, cover dan sinopsisnya. Cover berwarna coklat dihiasi potongan adegan film yang didasarkan pada buku ini. Ditambah tulisan berikut;
KISAH NYATA tentang anak kecil yang bertahan hidup dalam kemiskinan, cuaca yang tak bersahabat, penyakit, kematian, dan kekuasaan pemuka agama untuk berjuang demi kehidupan yang lebih baik.
Kalimat ambisius provokatif di atas dan embel-embel peraih Pulitzer Prize, National Book Critics Circle Award, dan Royal Society of Literature Award yang ternyata bertanggungjawab atas pembelian impulsif saya saat itu. Setengah malas kemarin malam (24/12/2010 8 pm) saya mulai membacanya. Hasilnya? Liked it :)

Secara singkat alurnya persis seperti yang tertulis di [wikipedia]. Kisah Frank kecil (4tahun) bersama keluarganya yang baru saja pindah dari New York kembali ke tanah kelahiran orangtuanya, Irlandia. Frank adalah anak tertua dari pasangan Malachy McCourt dan Angela Sheehan. Frank punya banyak saudara. Ada Malachy Jr. satu tahun di bawahnya, Oliver & Eugene--si kembar yang belum genap satu tahun, dan Margaret--adik perempuan yang sudah mati dan lenyap. Kematian Margaret yang baru berusia beberapa minggu yang jadi pendorong utama keluarga McCourt pindah ke Irlandia. Setelah pindah pun, anak-anak McCourt tetap dekat dengan kematian. Pertama si kecil Ollie (Oliver) yang meninggal akibat pneumonia. Lalu Genie (Eugene) kembarannya menyusul beberapa minggu kemudian. Frank sendiri pernah hampir mati karena tifus pada usia 11 tahun.

Kehidupan mereka sangat kekurangan dan menderita, tapi lewat penuturan Frank, semuanya diceritakan secara humoris. Bagaimana mereka bertahan hidup hanya dari tunjangan St. Vincent de Paul, ayah yang susah mendapat pekerjaan karena aksen Irlandia Utara dan sifat jeleknya, belum lagi kebiasaan mabuk-mabukan sang ayah yang tidak terkendali sampai memaksa ibunya "mengemis" demi mengatasi kelaparan anak-anaknya. Pada akhirnya mereka semua selalu lapar dan kekurangan. Cita-cita tertinggi Frank pun sebatas jadi pria dewasa, punya pekerjaan yang menghasilkan beberapa pound per minggu, punya baju, sepatu, perapian hangat, makanan, tiket nonton film dan toffee.

Suram sekaligus lucu, dan ya, lincah. Banyak peristiwa yang sebetulnya "ngenes" diceritakan dari sisi lucu dan memancing tawa. Sepatu penuh tambalan ban karet, rumah dengan jamban umum satu gang yang membuat mereka kebauan sepanjang musim dingin dan bertambah parah di musim panas, kelahiran adik-adik baru Frank yang oleh ayahnya diakui dibawa oleh Malaikat Anak Tangga Ketujuh, guru-gurunya yang keras dan tidak suka pada murid yang senang bertanya, kepala sekolah yang memaksa mereka mengisi pikiran dan menentukan sendiri pilihan hidup, bibi yang cerewet, nenek yang selalu marah, paman yang gila, bahkan ayah yang tidak bertanggungjawab dan menelantarkan anak-istrinya. Semua kesuraman di atas dituturkan dengan penuh humor. Buku ini padat, lucu dan lincah (diulang-ulang terus ya?), bahasanya ringan dan terjemahannya enak dibaca.

Saya mungkin tidak mengenal Frank McCourt sebelumnya, juga tidak terlalu menggebu untuk melanjutkan membaca buku kelanjutannya ['Tis] dan [Teacher Man], tapi menurut saya buku ini layak dibaca para pecinta autobiografi dan Irlandia :D
Tambahan informasi, dua bersaudara McCourt, Frank dan Malachy, tampaknya cukup sukses di New York. Pantas saja sampai menulis autobiografi.

2 komentar:

  1. wah... seru nih kayaknya...

    sepertinya kisah ini juga banyak dialami anak Indonesia.

    BalasHapus
  2. iya, kan sudah ada juga yang menulis "sejenis autobiografi" pembangkit motivasi :D

    BalasHapus