
"... Yaitu kalau perasaan hati hanya disimpan-simpan saja, tidak diutarakan dengan kejujuran, itulah yang bernama cinta palsu, cinta yang tidak percaya kepada diri sendiri." (Surat ketiga Zainuddin kepada Hayati)
"... Ya, sebab pepatah telah pernah menyebut, bahwasanya seorang pemburu cinta adalah laksana memburu kijang di rimba belantara. bertambah diburu bertambah jauh dia lari. Akhirnya tersesat di dalam rimba, tak bisa pulang lagi. ..." (Hayati kepada Zainuddin, hal. 50)
"Di belakang kita berdiri satu tugu yang bernama nasib, di sana telah tertulis rol yang akan kita jalani. meskipun bagaimana kita mengelak dari ketentuan yang tersebut dalam nasib itu, tiadalah dapat, tetapi harus patuh kepada perintahnya."
.
.
Beberapa kutipan yang sempat saya catat ketika membaca buku ini. Saya tidak ingat pernah membaca buku ini sebelumnya. Garis besar ceritanya sih tau. Mungkin pernah membaca ringkasan, bukan keseluruhan cerita. Walau sudah tau akhir kisah, tetapi begitu sampai di penghujung buku air mata saya tetap saja keluar. Kisah yang sedih dengan kalimat-kalimat pengaduk hati. Namanya juga roman :)
0 komentar:
Poskan Komentar