Selasa, 20 April 2010

210

19 April 2010 saya menggondol buku-buku ini. Diskonan, kecuali Neil Gaiman dan Terry Pratchett. Lumayaaaaan.. daripada lu manyun hehehe.

Tiga seri For The Rose langsung saya tamatkan malam itu juga. Kangen. Dulu saya cuma numpang baca di rental komik langganan. Sekarang bertekad untuk melengkapi ke-9 jilid, entah bagaimana caranya :D

Dan benar kata orang; buku bagus jika dibaca berulangkali akan tetap menarik dan selalu menawarkan sesuatu yang baru. Bisa jadi si pembacanya sendiri yang bergerak, berubah, sehingga menangkap banyak hal berbeda sesuai dengan perkembangan isi kepalanya. Tapi ya.. seperti lidah yang tak pernah bohong, maka alur cerita yang cantik tidak akan gagal menjerat pembaca. Wah, bias dan subjektif ini! Pengaruh selera sih yaaa.. hehe..

Untuk Sejarah Modern Turki, euh.. entah kapan bisa mulai dibaca :( Impulsive buying, tapi saya benar-benar tidak tahan untuk tidak menggondol si Turki ini. Hitung-hitung investasi hari tua lah. The Good Omens, tentu akhir minggu! Mudah-mudahan.. :D
.
.
.



20 April 2010 jam 3 sore saya mendapat paket. Gedoran si abang yang tidak tanggung-tanggung membuat saya dan tetangga depan kamar tunggang langgang mengejar pintu depan, mengira itu pak RT yang meminta iuran sampah. Untungnya bukan. Itu pesanan saya.



Hore! Akhirnya punya juga. Perkara kapan dibaca, itu belakangan. Perkara defisit keuangan, err.. bisa diatur bisa diatur bisa diatur. Mungkin..

.
.




Eh, ini apa? Ga. Cuma pamer makan siang kemarin. Entah kapan lagi saya bisa menikmati roti bertabur keju dan minuman biru yang sukses membuat sela-sela gigi saya ikut-ikutan membiru. Sukseslah saya ditertawakan teman-teman ketika tak sengaja bertemu mereka. Siyal. Ah setidaknya kemarin saya masih sempat tertawa :))



0 komentar:

Poskan Komentar